Untuk Lelaki Hitam Manisku Disana

#30harimenulissuratcinta project hari #19 @hurufkecil

Untuk Lelaki Hitam Manisku Disana

Hei kamu!

Iya kamu! Yang hitam manis dengan alis tebal, dan senyum merekah di sana!

Kamu ingat ga pertemuan singkat kita waktu hujan tempo hari itu?

Kalau kamu lupa, akan kuingatkan bagaimana indahnya pertemuan singkat kita dulu.

Sampai sekarang, tanpa aku pernah bisa mengerti, Tuhan mengatur pertemuan kita dengan sangat unik dan benar-benar tak terduga.

Pertemuan singkat kita, di belakang kampus tercinta dan diselingi oleh hujan. Ah itu jadi kenangan paling manis yang pernah aku punya denganmu.

Walaupun pertemuan kita itu untuk pertama kalinya, tapi banyak yang membekas di hatiku dan itu tanpa pernah bisa aku sampaikan secara langsung kepadamu.

Senyum kamu, tawa kamu, wajah kamu, candaan kamu, cara bicaramu yang sering buat aku tertawa, tingkahmu yang berubah aneh kalau kita lagi bicara berdua, aahh itu semua benar-benar terekam jelas di pikiranku.

Dan buatku, kamu benar-benar mengalahkan pesona cowok-cowok unyu di Super Junior tau!

Kita memang ga sering bertemu, tapi tiap akan bertemu denganmu atau sekedar bermentionan ria di twitter, hatiku sering sekali rasanya mau melompat keluar.

Benar-benar suasana yang baru pernah aku rasakan.

Dan ga jarang pula, ketika tweet-tweetmu yang sok bijak, sok kritis, dan nyeleneh muncul di linikalaku, aku sering memilih diam.

Diam bukan karena aku gamau menyapamu, tapi karena aku terlalu takut memulai pembicaraan denganmu.

Lalu aku juga ingat bagaimana kamu dulu dengan malu-malu menunjukkan blogmu yang penuh dengan hasil karya fotografimu sendiri.

Kamu bilang, kamu itu masih fotografer amatiran kelas teri. tapi Hey! You did it guys! Kamu itu fotografer ter-charming  yang pernah aku temui!

Di pertemuan kita yang lain, kita sering sok membahas topik-topik berat permasalahan sosial. Ekspresi wajahmu saat itu benar-benar membuatku takjub.

Aaaah sering aku gemas ingin mengajakmu ke festival-festival, tapi aku cupu.

Aku ga punya keberanian untuk mengajakmu ke tempat tempat eksotis itu walaupun mungkin kau akan sibuk sekali jepret sana-sini mengabadikan moment.

Tapi sekarang itu semua hanya tinggal kenangan indah.

Sekarang kamu sudah pindah ke tempat lain, meninggalkan aku dengan semua kenangan-kenangan indah itu.

Dulu kita sering bertukar pesan lewat sms, tapi sekarang namamu hanya jadi penghias di kontakku saja.  Tanpa pernah aku berani untuk mencoba menghubungimu lagi.

Status kita di twitter pun hanya sekedar saling memfollow, tanpa pernah bertukar mention ataupun meretweet tweet masing-masing.

Sekarang kita benar-benar seperti orang lain yang sama sekali ga saling mengenal.

Seringkali aku merasa rindu pada obrolan-obrolan ringan kita dulu. Obrolan yang penuh dengan canda tawa dan selalu diiringi dengan tatapan berbinar dari matamu.

Aku yakin kamu disana pasti sudah menemukan teman-teman yang jauh lebih menyenangkan dibanding aku disini.

Aku hanya berharap, hubungan kita bisa sebaik dan seakrab dulu.

Aku ga peduli kalau nanti hubungan kita hanya akan sebatas teman atau sahabat sekalipun.

Itu sudah cukup bagiku untuk bisa menikmati senyummu, canda tawamu, dan semua ekspresi unik di wajahmu itu.

Kutunggu kau disini, lelaki hitam manisku yang paling mempesona :”)

-temanmu-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s