Sejarah dan Perkembangan Manajemen

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MANAJEMEN

MAYA WAHYUNING HAPSARI

1DB03

34110295

JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA


  1. PENDAHULUAN

Sebagaimana kita tahu bahwa ilmu manajemen telah berkembang sangat pesat sampai saat ini. Ilmu inipun telah memberikan pemahaman terhadap kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam rneneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pengaturan atau manajemen.

Oleh karena itu tulisan ini berisi uraian tentang pengertian manajemen itu sendiri, dan perkembangannya sampai saat ini. Pekembangan yang dimaksud di dalam tulisan ini dikemukakan dalam beberapa aliran yaitu aliran manajemen klasik, aliran hubungan manusiawi, dan aliran manajemen modern.  Pemikiran dalam aliran inilah yang akan menjadi cikal bakal bagi perkembangan manajemen saat ini.

Adapun aliran pemikiran klasik ini dikenal sebagai pendekatan proses dan produksi sedangkan aliran hubungan manusiawi lebih melihat dari sisi bagaimana sumber daya manusia yang berada dalam organisasi.

Menjadi seorang manajer hendaknya mempelajari dan memahami tentang teori aliran tersebut yang menjadi dasar dari teori aliran manajemen yang telah berkembang. Hal ini bertujuan agar manajer dapat Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi  bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.

  1. ISI
  1. 1. Pengertian Manajemen

Dalam sub bab ini akan dibahas tentang pengertian dari manajemen itu sendiri. Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.

Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Stoner mengemukakan suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut “Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.”

  1. 2. Teori- Teori Manajemen

Ada tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :

a. Aliran klasik

b. Aliran hubungan manusiawi

c. Aliran manajemen modem

Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing teori yang telah disebutkan di atas.

I. Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik

Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada abad 18. Para pemikir tersebut rnemberikan perhatian terhadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Pelopor teori aliran manajemen klasik yaitu Robert Owen, Charles Babbage, Frederick W. Taylor, Henry Fayol.

1. Robert Owen (1771 -1858)

Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-anak di bawah umur dan standar jam kerja. Tersentuh dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan agar adanya perbaikan terhadap kondisi kerja ini. Hal yang menjadi perhatian beliau adalah penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja.

Beliau menyimpulkan bahwa jika mesin-mesin tersebut dilakukan suau perawatan yang baik maka akan memberikan keuntungan bagi perusahaan demikian pula dengan sektor tenaga kerja, apabila tenaga kerja dberikan perhatian yang baik dalam hal kompensasi, kesehaan, tunjangan dan lain-lain maka hal tersebut pun juga akan membawa keuntungan terhadap perusahaan tersebut.

Dan beliau pun mengemukakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan sangat dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern pekerjaan itu sendiri. Atas hasil penelitiannya inilah beliau pun dijuluki sebagai “Bapak Manajemen Personalia”

2. Charles Babbage (1792 -1871)

Charles Babbage adalah seorang professor Matematika yang menaruh perhatian yang sangat besar pada bidang manajemen. Perhatiannya pun diarahkan dalam hal pembagian kerja yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu :

  • Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru
  • Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain.
  • Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus menerus dalam tugasnya.
  • Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada hal itu-itu saja.

Kontribusi lain dari seorang Babbage yaitu menciptakan mesin hitung mekanis yang pertama, mengemaan program-program permainan untuk komputer dan mengembangkan kerjasama saling menguntungkan antara pekerja dan pemilik perusahaan.

3. Frederick W. Taylor (1856 -1915)

Penggagas manajemen ilmiah yang sangat terkenal karena mampu meningkatkan produktivitas, serta mempelopori gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi inti dari manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan.

Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :

1. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.

2. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan.

3. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.

4. Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.

Prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :

1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.

2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.

3. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.

4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.

5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya.

Gagasan Taylor dicetuskan dalam tiga makalah yaitu Shop Management, The Principle of Scientific Management dan Testimony Before The Special House Committee. Lalu dirangkum menjadi sebuah buku yang berjudul Scientific Management.

Dan Taylor pun disebut sebagai Bapak Manajemen Ilmiah (F.W. Taylor, Scientific Management, Harper, New York, 1974)

4. HenryL Gant (1861 -1919)

Sumbangan Henay L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem “Charting” yang terkenal dengan “Gant Chart”.

Lebih detail lagi, gagasan yang dicetuskan adalah :

  • Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.
  • Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.
  • Pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.
  • Penggunaan instruksi kerja yang terperinci.

6. Henry Fayol (1841 -1925)

Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu :

  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pemberian perintah
  4. Pengawasan

Dan beliau juga membagi manajemen ke dalam enam kegiatan, yaitu :

a)      Teknik Produksi dan Manufakturing Produk

b)      Komersial

c)      Keuangan

d)      Keamanan

e)      Akuntansi

f)        Manajerial

Selain itu, Fayol pun membagi 14 prinsip manajemen, yaitu :

a. Pembagian kerja (Division of labor)

b. Otoritas dan tanggung jawab (Authority and Responsibility)

c. Disiplin (discipline)

d. Kesatuan komando (Unity of command)

e. Kesatuan pengarahan (unity of Direction)

f. Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan umum (Subordination of Individual interest to general interest).

g. Renumerasi Personil (Renumeration of personnel)

h. Sentralsiasi (Centralisation)

i. Rantai Skalar (Scalar Chain)

j. Tata-tertib (Order)

k. Keadilan (Equity)

l. Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal)

m. Inisiatif (Initiative).

n. Semangat Korps (Esprit de Corps)

II. Prinsip Teori Manajemen Aliran Hubungan Manusiawi

Timbul karena aliran klasik dianggap tidak dapat meyelesaikan masalah secara tuntas. Tokohnya adalah Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.

1. Hugo Munsterberg (1863 -1916)

Dikenal sebagai Bapak Psikologi Industri. Sumbangannya yang terpenting adalah berupa pernanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas.Dalam bukunya “Psychology and Indutrial Efficiency”, ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas:

a. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.

b. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.

c. Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan.

2. Elton Mayo (1880 -1949)

Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana manusiawi menggambarkan manajer berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi buruk, hubungan dalam organisasi pun akan memburuk.

III. Prisip Teori Manajemen Aliran Modern

Perkembangan teori ini dimulai dengan digunakannya kelompok riset operasi dalam memecahkan masalah industri. Penggunaan riset operasi dalam manajemen ini dikenal sebagai aliran manajemen science.

Beriku langkah-langkah pendekatannya :

  1. Perumusan masalah
  2. Penyusunan model Matematika dalam pengambilan keputusan
  3. Penyelesaian masalah
  4. Pengujian model
  5. Penetapan pengawasan atas hasil
  6. Pelaksanaan hasil dalam implementasi

3. Perkembangan Teori Manajemen

Ketiga aliran manajemen yang telah diuraikan di atas ternyata sampai sekarang berkembang terus. Aliran hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalahmasalah

manajemen.

Proses perkembangan teori manajemen terus berkembang hingga saat ini yang dilihat dari lima sisi yaitu :

1. Dominan, yaitu aliran yang muncul karena adanya aliran lain.

2. Divergensi, yaitu dimana ketiga aliran masing-masing berkembang sendiri-sendiri tanpa memanfaatkan pandangan aliran-aliran lainnya.

3. Konvergensi, yang menampilkan aliran dalam satu bentuk yang sarna sehingga batas antara aliran menjadi kabur.

4. Sintesis, berupa pengembangan menyeluruh yang lebih bersifat integrasi dari aliran-aliran seperti yang kemudian tampil dalam pendekatan sistem dan kontingensi.

5. Proliferasi, merupakan bentuk perkembangan teori manajemen dengan munculnya teori-teori manajemen yang baru yang memusatkan perhatian kepada satu permasalahan manajemen tertentu.

Inovasi yang terus menerus sangatlah dibutuhkan karena merupakan sebuah inisiaif dari individual dan kelompok yang menciptakan pengetahuan baru.

Seperti yang dikatakan oleh Ikuijiro Nanoka dakam bukunya Knowledge Creating Company (1995), yang dikutip dari Dirlanudin (hal. 10, 1996) bahwa pengembangan

kerangka kerja teori khususnya teori manajemen adalah :

“pengembangan kerangka kerja teori, dengan menjelaskan pada dua dimensi, epistemological dan ortological mengenai kreasi pengetahuan organisasional.

Dimensi epistemological yang digambarkan pada garis vertikal, yang mana konversi pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Sedangkan dimensi ortologi yang mewakili garis horisontal, dimana pengetahuan diciptakan melalui individu-individu yang kemudian ditransformasi pada pengetahuan tingkat kelompok, organisasi dan antar organisasi dan berinteraksi secara terus-menerus”.

  1. PENUTUP

Manajer saat ini dituntut mempelajari dan memahami semua teori manajemen yang dihasilkan oleh berbagai aliran, karena manajer bisa memilih teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu.

Ada beberapa alasan untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan ilmu manajemen yaitu antara lain:

1. Membentuk pandangan kita mengenai organisasi.

Mempelajari teori manajemen memberi petunjuk agar kita mendapatkan ide mengenai organisasi dan manusia didalamnya.

2. Membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha.

Dengan mempelajari berbagai macam teorinya, kita dapat memahami bahwa setiap teori adalah karena berdasarkan lingkungannya yaitu ekonomi, sosial, politik dan pengaruh teknologi. Pengetahuan ini membantu setiap orang untuk memahami apa sebabnya teori tertentu cocok terhadap keadaan yang berbeda.

3. Mengarahkan terhadap keputusan manajemen.

Mempelajari evolusi manajemen membantu memahami proses dasar sehingga dapat memilih suatu tindakan yang efektif.

4. Merupakan sumber ide baru.

Mempelajari perkembangan teori manajemen memungkinkan kita pada suatu kesempatan mengambil pandangan yang berbeda dari situasi sehari-hari.

  1. PUSTAKA

http://www.wikipedia.com/manajemen

Ritha F. Dalimunthe, S.E., M.Si http://library.usu.ac.id/manajemen-ritha.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s